Yuk Ajari Anak Sesuatu Melalui Dongeng

Setiap kali mau tidur, anak saya yang umurnya tiga tahun pasti meminta didongengin atau dibacain buku cerita. Apakah si kecil di rumah juga suka ‘nagih’ didongengin?

Buat anak, dongeng memang bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan. Sementara bagi ibunya atau siapapun yang mendongeng, bisa memanfaatkan dongeng sebagai media untuk mengajari anak akan sesuatu.

Seperti yang dilakukan story teller alias pendongeng Dalillah Nur Hasanah nih, Bun. Meski masih belia, umurnya masih 16 tahun, tapi Dalillah memang suka banget menghibur anak-anak lewat dongeng dan lagu.

“Dari dongeng bisa mengenalkan ke anak-anak ini ayam, ini rusa,” tutur Dalillah saat ngobrol dengan HaiBunda di sela-sela perayaan ulang pertama anak-anak yang tergabung dalam Birth Club Desember 2016 di Twin House, Cipete, Jakarta Selatan.

Nah, lewat dongeng itu, anak-anak diajak untuk mengenali suara binatang seperti apa, makajan binatang itu apa, dan di mana binatang-binatang tersebut tinggal. Jadi banyak hal yang bisa diajarkan ke anak melalui dongeng, sesuai dengan usia anak.

“Biasanya kalau mau mendongeng di depan banyak orang, aku berusaha untuk kontak dulu, kenal ke adik-adik dulu supaya lebih enak. Materi dongengnya disesuaikan apakah anaknya masih TK atau SD,” sambung Dalillah yang juga aktif di dunia entertainment ini.

Dalillah sendiri suka mendongeng karena dirinya sejak kecil memang suka mendongeng. Suatu kali dia bahkan ikut lomba mendongeng dan jadi salah satu pemenangnya lho. Hmm, dari hobi bisa membawa prestasi ya.

“Dongeng itu buat anak-anak bisa membantu menenangkan, bisa membantu belajar mengenal binatang. Kalau anak-anak kecil biasanya sukanya binatang, kalau cerita tentang manusia kurang ngerti,” imbuhnya.

Kata Dalillah, lebih baik lagi saat mendongeng membawa peraga, seperti boneka-boneka kecil. Jadi anak-anak juga punya bayangan seperti apa sih tokoh yang sedang diceritakan. Nggak lupa juga nih, Bun, tinggi rendah suara dan mimik muka kita juga diperhatikan. Kalau kita mendongeng sepenuh hati, tentu pesannya akan lebih mudah sampai ke anak-anak.

Kinan, salah satu ibu di komunitas Birth Club Desember 2016, juga salah satu yang suka banget mendongeng buat anaknya. “Stimulus orang berbicara dengan mendengar. Orang bisa bicara dari mendengar. Orang menulis dari membaca. Perolehan bahasa dari mendengar, makanya aku sering mendongeng buat anak aku,” tuturnya.

Oh iya, saya pernah mendongeng ke anak saya tentang main genangan air. Dari situ anak saya bisa paham lho, ada risiko penyakit kencing tikus dan gatal-gatal. Sehingga ketika ada genangan air setelah hujan, dia memilih menghindarinya. Kalaupun kakinya basah kena genangan air, sampai di rumah dia akan cuci kaki pakai sabun
.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *